Mengenal Busi Pada Sepeda Motor - Ate Breaker

Mengenal Busi Pada Sepeda Motor

 Mungkin sebagian dari kita seringkali mendengar nama busi, bahkan mengetahui bentuknya. Namun, tidak sedikit yang tahu lebih jauh dengan komponen pengapian ini, begitupun dengan cara kerjanya. Nah, maka tidak ada salahnya jika kita mengetahui sedikit hal tentang busi ini. Berikut busi dan cara kerjanya yang ditulis oleh seperti yang ditulis wikipedia.
busi
 Busi yang kita kenali pada sepeda motor atau mobil, dalam bahasa Belanda disebut bougie, atau spark plug dalam bahasa inggris adalah suku cadang yang dipasang pada mesin pembakaran dalam dengan ujung elektrode pada ruang bakar. Fungsinya untuk membakar bensin yang telah dikompres oleh piston. Percikan busi berupa percikan elektrik atau dalam bahasa sebagian mekanik disebut api.
 Pada bagian tengah busi terdapat elektrode yang dihubungkan dengan kabel ke koil pengapian (ignition coil) di luar busi, dan dengan ground pada bagian bawah busi, membentuk suatu celah percikan di dalam silinder. Hak paten untuk busi diberikan secara terpisah kepada Nikola Tesla, Richard Simms, dan Robert Bosch. Karl Benz juga merupakan salah satu yang dianggap sebagai perancang busi.
Khusus untuk Mesin pembakaran internal percikan, yang memerlukan busi untuk memercikkan campuran antara bensin dan udara, seperti pada sepeda motor ini.

Cara kerja
 Koil (ignition coil) yang tersambung pada busi, menyalurkan tegangan yang besarnya ribuan Volt. Tegangan listrik dari koil pengapian menghasilkan beda tegangan antara elektrode tengah busi dengan di bagian samping. Arus tidak dapat mengalir karena bensin dan udara yang ada di celah merupakan isolator, namun semakin besar beda tegangan, struktur gas di antara kedua elektrode tersebut berubah. Pada saat tegangan melebihi kekuatan dielektrik daripada gas yang ada, gas-gas tersebut mengalami proses ionisasi dan yang tadinya bersifat insulator, berubah menjadi konduktor.
 Setelah hal tersebut terjadi, arus elektron dapat mengalir, dan dengan mengalirnya elektron, suhu di celah percikan busi naik drastis, sampai 60.000 K. Suhu yang sangat tinggi ini membuat gas yang terionisasi memuai dengan cepat, seperti ledakan kecil. Inilah percikan busi, yang pada prinsipnya mirip dengan halilintar atau petir mini.
 Nah sobat, dengan percikan tersebut akhirnya bensin yang sudah tercampur dengan udara di dalam silinder, dalam hal ini sepeda motor akan terbakar melalui percikan dari busi tersebut. Inilah yang disebut proses pembakaran, yang pada akhirnya mesin motor hidup atau berjalan.
Ciri-ciri busi lemah/mati
 Lemahnya busi ini bisa diakibatkan oleh masa pakai nya yang sudah melebihi batas. Umumnya, para produsen motor menganjurkan untuk mengganti busi setiap 8000km. Namun faktanya, busi bisa bertahan melebihi jarak tersebut. Bahkan tak jarang bisa bertahan hingga bertahun-tahun. Walapun demikian, anjuran tetap anjuran, karena jika membiarkan busi dalam keadaan lemah, komponen pengapian lain juga bisa ikut terpengaruh.
 Ciri busi lemah biasanya ditandai dengan gangguan pada performa motor, entah itu brebet, atau bahkan mati. Nah, jika hal tersebut terjadi, sobat bisa membuka busi dan mengecek api nya. Jika apinya masih ada sedangkan warnanya cenderung kuning, bisa dibilang busi sudah mulai melemah, sebab umumnya warna api busi yang bagus adalah hijau. Apalagi jika api busi telah mati/hilang, artinya busi sudah tidak bisa dipakai lagi.

 Adapun cara mengecek busi yaitu dengan melepas busi dari silinder menggunakan kunci busi, lalu menghubungkannya dengan koil melalui kabel dan tutup busi. Setelah itu, hubungkan ujung elektroda busi dengan ground (bisa ke mesin atau body/rangka serta beri sedikit jarak agar percikan api terlihat), sehingga dapat memercikan api, lalu starter motor anda. Maka seharusnya busi bisa memercikan api jika prosesnya benar.
 Itulah sekilas tentang busi, semoga bermanfaat.
Baca Juga: Mengenal CDI Dan Fungsinya

(tidak temukan form komentar? Ubah browser ke mode dekstop)Belum ada Komentar untuk "Mengenal Busi Pada Sepeda Motor"

Posting Komentar

Postingan Terbaru

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel